Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts
Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts

Sunday, October 27, 2019

Pengertian Haji Dan Umrah Berdasarkan Bahasa Dan Syara'

Pengertian Haji dan Umrah-Agama islam dibangun dengan lima pondasi yang disebutkan dengan rukun islam. Salah satu dari lima rukun tersebut ialah Haji.

Hukum melaksanakan Haji sendiri yakni fardu 'ain bagi yang bisa melaksanakannya. Pada pembahasan kali ini aku akan membahas lebih dalam berkenaan perihal haji dan umrah.

Agama islam dibangun dengan lima pondasi yang disebutkan dengan rukun islam Pengertian Haji dan Umrah Menurut Bahasa dan Syara'

Pengertian Haji dan Umrah Menurut Bahasa dan Syara'

  1. Pengertian Haji

Secara bahasa haji artinya sesuatu yang disengaja. Sedangkan berdasarkan syara' haji yakni sengaja mengunjungi baitullah di Mekkah dengan niat beribadah kepada Allah SWT dengan waktu dan cara tertentu. Untuk melaksanakan Haji seorang muslim harus bisa secara fisik dan materi.

sebagaimana dijelaskan Allah dalam firmannya Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 97:"Mengerjakan haji yakni kewajiban insan terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji) maka sebenarnya Allah mahakaya (tidak memerlukan sesuatu)dari semesta Alam."

BACA JUGA :
Rukun-Rukun Haji dan Umrah

2. Pengertian Umrah

Secara bahasa artinya berziarah atau berkunjung. Sedangkan berdasarkan Syara' umrah yakni berkunjung ke kakbah di Mekah dengan cara tertentu sedangkan waktunya tidak ditentukan(boleh kapan saja).

 Aturan perihal Umrah dijelaskan dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 196.
"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah alasannya yakni Allah ...."
Adapun syarat wajib melaksanakan haji dan umrah adalah.
  1. Islam
  2. Berakal sehat(tidak gila)
  3. Baligh
  4. Mampu (Isthitha'ah) yaitu :
  • Sehat jasmani
  • Ada bekal untuk biaya perjalanan dan untuk orang yang ditinggalkan
  • Ada kendaraan
  • Aman di perjalanannya
  • Bagi perempuan harus ada muhrim.
Demikianlah sedikit pembahasan perihal Haji dan Umrah, biar bermanfaat dan biar kita semua dimudahkan untuk sanggup menjalankan ibadah Haji atau Umrah tersebut.

Panduan Shalat Idul Fitri Dan Idul Adha Lengkap

 yakni hari raya Idul Fitri dan Idul Adha Panduan Shalat Idul Fitri dan Idul Adha Lengkap

Shalat 'Idain Shalat Dua Hari Raya

Pengertian Shalat 'Idain

Shalat Sunnah 'Idain-'Idain artinya dua hari raya, yakni hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Dua hari raya tersebut, bagi umat muslim merupakan bencana yang sangat berarti. Dua bencana tersebut menjadi kepingan yang tidak sanggup dipisahkan dari aktivitas umat Islam khususnya.

Shalat 'Idain yaitu shalat yang dilakukan pada dua hari raya, yakni Shalat Idul fitri dan Shalat Idul Adha. Shalat Idul Fitri dilaksanakan sehabis kita umat muslim menuntaskan ibadah puasa bulan ampunan yang jatuh pada tanggal 1 (syawal).

sedangkan shalat Idul Adha dilaksanakan bertepatan dengan selesainya pelaksanaan Ibadah Haji, yakni pada tanggal 10 Dzul Hijjah, yang dilanjutkan dengan penyemblihan binatang kurban bagi yang mampu.

BACA JUGA :
 Shalat sunnah rawatib (pengertian dan pelaksanaan)

Shalat 'Idain ini dilakukan di lapangan luas ataupun di halaman masjid yang sanggup menampung jamaah dalam jumlah besar. Apakah aturan dari melakukan Shalat 'idain?

Untuk aturan melakukan Shalat 'Idain itu sendiri yaitu Sunnah Muakkadah yang artinya sangat dianjurkan sekali pelaksanaannya.

Tentang perintah melakukan Shalat 'Idain ini telah dijelaskan dalam Firman Allah Qur'an Surah Al-Kausar ayat 1-2 yang artinya :
"Sesungguhnya kami telah menawarkan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat sebab tuhanmu dan berkorbanlah."

Juga di terangkan dalam Hadist Nabi:"Dari Ibnu Umar r.a bahwasannya:"Rasulullah Saw, Abu Bakar dan Umar pernah melakukan shalat dua hari raya sebelum berkhutbah."(Muttafaqun 'Alaih)

Tata Cara Pelaksanaan Shalat 'Idain

Cara pelaksanaan Shalat 'idain sebetulnya sama ibarat shalat sunnah lainnya, yang menjadi pembeda hanyalah embel-embel jumlah takbir.

Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam melaksankan shalat 'Idain, antaralain:
  1. Dilakukan sehabis terbit matahari
  2. Tidak diawali khutbah atau ikamah, berbeda dengan shalat jum'at yang diawali dengan khutbah dan ikamah terlebih dahulu.
  3.  Dilakukan secara berjamaah dan tidak sanggup dilakukan secara sendirian.
  4.  Sama ibarat ibadah lainnya shalat 'idain ini diawali dengan niat terlebih dahulu. 
  5. Takbir tujuh kali pada rakaat pertama dan takbir lima kali pada rakaat kedua, disertai dengan mengangkat kedua tangan setinggi bahu.Rasulullah Saw bersabda:"Dari Amr bin Syu'aib r.a dari bapak dan kakeknya berkata,"nabi Saw bersabda, Takbir pada hari raya idul fitri tujuh rakaat pertama, dan lima pada rakaat kedua."(H.R Abu Dawud).
  6. Membaca tasbih diantara takbir,
  7. Setelah shalat selesai,disampaikan khutbah yang berkaitan dengan Idul Fitri dan Idul Adha.

 Sunah-sunah dalam Melaksanakan Shalat 'Idain

Shalat 'Idain yaitu shalat sunah yang mana merupakan ibadah embel-embel diluar shalat wajib. Jika dikerjakan Allah SWT akan menambah pahala baginya. Meski demikian ada pula beberapa hal yang disunahkan dalam melaksankan shalat 'idain antaralain:
  1.  Mandi terlebih dahulu sebelum berangkat shalat.
  2. Memakai wewangian.
  3. Memakai pakaian baru,suci (yang baik)
  4.  Disunahkan makan sebelum berangkat shalat idul fitri.
  5.  Disunahkan tidak makan sebelum berangkat shalat idul Adha.
  6.  Berangkat dan pulang melalui jalan berbeda.
  7. Shalat 'Idain dilakukan dilapangan terbuka (jika memungkinkan) demi syiar Islam.

Demikianlah klarifikasi singkat perihal shalat 'idain (dua hari raya) biar bermanfaat kepada kita semua.

Pengertian Qurban Dan Aqiqah

Pengertian Qurban dan Aqiqah-Syariat berkurban merupakan warisan ibadah yang paling tua. Nabi Ibrahim a.s yang menanti seorang putra semenjak usang itu diperintahkan Allah Saw untuk menyembelih putranya yang berjulukan Ismail a.s.

Ujian ini berat yang menyergapnya, antara melaksanakan perintah Allah SWT atau membiarkan anaknya hidup dengan tidak melaksanakan perintah Allah SWT. Tetapi nabi Ibrahim mempunyai ketauhidan yang berpengaruh terhadap Allah SWT, ia sama sekali tidak ragu terhadap perintahnya,sehingga beliau benar-benar melaksanakan perintah Allah dengan tulus dan ikhlas.

Akhirnya dari ketulusannya tersebut Allah menggantikan anaknya tersebut dengan seekor domba untuk disembelih. Ceita diatas merupakan cuplikan dari sejarah atau awal dari perintah untuk berqurban.

Nah,pada kesempatan kali ini saya akan membahas ihwal pengertian qurban dan aqiqah.
mari kita simak ulasannya dibawah ini!


Syariat berkurban merupakan warisan ibadah yang paling bau tanah Pengertian Qurban dan Aqiqah

Pengertian Qurban dan Aqiqah

1.Qurban

Qurban-menurut bahasa artinya dekat, sedangkan berdasarkan istilah qurban yaitu menyembelih binatang ternak yang memenuhi syarat-syarat tertentu dengan niat ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ibadah qurban hukumnya yaitu sunnah muakad artinya sunah yang di anjurkan/dikuatkan,sebagaimana sabda Rasulullah Saw:
"Dari Abi Hurairah bahu-membahu Rasulullah Saw bersabda: Barang siapa yang mempunyai kemampuan tetapi ia tidak berkorban maka janganlah ia menghampiri kawasan shalatku.(H.R IBNU MAJJAH dan HAKIM).

Waktu penyembelihan binatang dilakukan pada hari raya idul adha sesudah melaksanakan shalat sunnah idul adha (tanggal 10 Dzul Hijjah) dan pada hari tasyrik (10,11,dan 12 Dzul Hijjah).

Adapun syarat binatang yang dijadikan qurban adalah:

a)Cukup Umur

Batas minimal umur binatang ternak untuk berqurban yaitu sebagai berikut:
  1. Unta, minimal berumur lima tahun,
  2. Sapi atau Kerbau, minimal berumur dua tahun,
  3. Domba,minimal berumur 1 tahun atau sudah berganti gigi,
  4. Kambing, minimal berumur dua tahun.
b)Tidak cacat,yaitu tidak sakit,tidak pincang, tidak buta, dan tidak kurus.

BACA JUGA :
Ketentuan dan syarat binatang qurban

2.Aqiqah

Aqiqah-Menurut bahasa artinya bulu atau rambut anak yang gres lahir,sedangkan berdasarkan istilah yaitu menyembelih binatang pada hari ketujuh dari kelahiran anak (laki-laki atau perempuan), dan pada hari penyembelihannya itu dicukur rambutnya dan diberikan nama yang indah.

Diriwayat kan oleh Imam yang lima dan dishahihkan Tirmidzi:"Dari Samurah r.a bahwa Rasulullah Saw bersabda: Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya; ia disembelih hari ketujuh (dari kelahirannya), dicukur, dan diberi nama."

Sebagian ulama beropini bahwa melaksanakan aqiqah itu hukumnya wajib bagi orang yang menanggung belanja si anak. Akan tetapi, sebagian ulama juga beropini bahwa aqiqah itu hukumnya sunnah bagi orang yang menanggung belanja si anak.

Sebagai dasar sabda Rasulullah Saw:" Barang siapa diantara kau ingin beribadah sehubungan dengan kelahiran anaknya hendaklah ia lakukan untuk anak pria dengan menyembelih dua ekor kambing yang sama umurnya, dan untuk anak wanita seekor kambing.(H.R AHMAD,ABU DAWUD,dan AN-NASAI)

Demikianlah pembahasan ihwal Qurban dan Aqiqah, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Shalat Sunah Rawatib : Pengertian Dan Waktu Pelaksanaannya

Shalat Sunah Rawatib-Shalat sunah intinya merupakan ibadah perhiasan diluar ibadah wajib. Sesuai dengan pengertian sunah, yakni apabila dikerjakan akan menerima pahala dan apabila ditinggalkan tidak akan menerima dosa. Meskipun demikian lebih baik bila dilaksanakan.
Dari segi pelaksanaannya sunah ada yang bersifat mu'akkadah, artinya sangat ditekankan pelaksanaannya. Ada pula yang bersifat Gairu mu'akkad, artinya pelaksanaannya tidak begitu ditekankan. Dan pada kesempatan kali ini aku akan membahas salah satu shalat sunah yang yang sangat dianjurkan pelaksanaannya yakni shalat sunah Rawatib. Mahu tahu apa yang dimaksud shalat Rawatib? silahkan simak uraian wacana shalat Rawatib dibawah berikut!
Shalat sunah intinya merupakan ibadah perhiasan diluar ibadah wajib Shalat Sunah Rawatib : pengertian dan waktu pelaksanaannya

Definisi Shalat Rawatib

Shalat sunah Rawatib yakni shalat sunah yang dikerjakan menyertai shalat wajib. Shalat Rawatib yang di kerjakan sebelum shalat wajib disebut "Rawatib Qabliyah" sedangkan shalat Rawatib yang dikerjakan sehabis shalat wajib disebut "Rawatib Ba'diyah". Lalu, bagimanakah pelaksanaan shalat Rawatib itu? Ya mari eksklusif kita simak klarifikasi berikut!

Pelaksanaan Shalat Rawatib

Pelaksanaan Rawatib terbagai menjadi dua, yaitu:
1. Shalat Sunah Rawatib Mu'akkadah, yakni shalat Rawatib yang sangat dianjurkan pelaksanaannya. Waktu pelaksanaannya yakni sebagai berikut:
  • Dua rakaat sebelum dzuhur
  • Dua rakaat setelah dzuhur
  • Dua rakaat setelah magrib
  • Dua rakaat setelah isya
  • Dua rakaat sebelum subuh
Rincian tersebut didasarkan pada Hadist Nabi Muhammad Saw, "Dari Abdillah bin Umar, ia berkata,'saya ingat mengenai Rasulullah Saw mengerjakan shalat dua rakaat sebelum dzuhur, dua rakaat setelah dzuhur, dua rakaat setelah magrib, dua rakaat setelah isya dan dua rakaat sebelum subuh.'"(HR.Al-Bukhari Muslim)
2. Shalat Rawatib Gairu Mu'akkadah, yakni shalat rawatib yang kurang ditekankan pelaksanaannya. Waktu pelaksanaannya sebagai berikut:
  • Empat rakaat sebelum dan sehabis dzuhur, sebagaimana sabda Rasulullah Saw:"Dari Ummu Habibah:"Nabi Saw bersabda,'Barangsiapa mengerjakan shalat empat rakaat sebelum dzuhur dan empat rakaat sehabis dzuhur maka Allah mengharamkan baginya api neraka.'"(HR.At-Tirmidzi)
  • Empat rakaat sebelum asar, sebagaimana sabda Rasulullah Saw."Dari Ibnu Umar, bahwa nabi Muhammad Saw bersabda, Allah SWT memberi rahmat kepada orang yang mengerjakan shalat empat rakaat sebelum shalat asar.'"(HR.At-Timidzi)
  • Dua rakaat sebelum magrib, sebagaiman sabda Rasulullah Saw."Dari Abdullah bin Mugafal, Nabi Saw bersabda, shalatlah kau sebelum magrib, shalatlah kau sebelum magrib. Kemudian nabi menyampaikan yang ketiga kalinya, Bagi yang menghendakinya."(HR.Al-Bukhari)

Orang lain juga lihat :
Artikel wacana keutamaan membaca Al-qur'an
Berburulah dalam hal kebaikan selagi masih ada umur,selagi ruh masih menempel didalam raga. Sungguh Allah telah memperlihatkan akomodasi untuk kita. Maka, janganlah kau  sia-siakan kesempatan ini. Demikianlah klarifikasi mengenai shalat sunah rawatib agar bermanfaat untuk kita semua.

Tata Cara Mandi Wajib (Junub) Sesuai Aliran Rasulullah Saw


Terkadang kita menyepelekan permasalahan mengenai mandi wajib atau janabah ini Tata Cara Mandi  Wajib (Junub) Sesuai Ajaran Rasulullah Saw
Tata Cara Mandi Wajib (Junub) Sesuai Ajaran Rasulullah Saw-Terkadang kita menyepelekan permasalahan mengenai mandi wajib atau janabah ini,yakni mandi yang dilakukan ketika kita mengalami mimpi berair atau habis bersenggama.

Nah, pada ketika menyerupai inilah kita diwajibkan untuk melaksanakan mandi janabah mandi besar.

Namun mandi janabah ini tidak menyerupai hanya mandi biasa saja, mandi wajib ini perlu diperhatikan niat dan tatacaranya.

Bagaimanakah niat dan tata cara pelaksanannya? mari kita simak klarifikasi dibawah ini!

Tata Cara Mandi  Wajib (Junub) Sesuai Ajaran Rasulullah Saw

Adapun cara pelaksanannya ialah sebagai berikut:

1. Niat

Niat mandi junub sama menyerupai niat pada ibadah umumnya, niat dilakukan didalam hati. Adapun bacaan niatnya sanggup dikelompokkan dalam tiga bahagian :
  • Jika mandi wajib alasannya mimpi basah, keluar mani, atau bersenggama maka niatnya ialah "Nawaitu Ghusla Liraf'il Hadatsil Akbari Minal Janabati Fardlon Lillahi Ta'ala".
  • Jika mandi wajib alasannya Haid, maka niatnya ialah "Nawaitu Ghusla Liraf'il Hadatsil Akbari Minal Haidi Fardlon Lillahi Ta'ala."
  • Jika mandi wajib dikarenakan nifas,maka niatnya ialah "Nawaitu Ghusla Liraf'il Hadasil Akbari Minan Nifasi Fardlon Lillahi Ta'ala."
BACA JUGA :
Niat Shalat Dhuha

2, Membersihkan Kedua Telapak Tangan

Membersihkan kedua telapak tangan menyerupai ketika melaksanakan wudhu sebanyak 3x.

3. Membersihkan Kemaluan

Membersihkan kemaluan  serta kotoran yang ada disekitarnya sampai higienis dengan menggunak tangan kiri.

4. Berwudhu dengan wudhu yang tepat menyerupai ketika hendak shalat.

BACA JUGA:
Khanzab setan pengganggu shalat

5. Mengguyur kepala sebanyak 3 kali sampai pangkal rambut.

dengan cara menyela-nyela rambut dengan jari supaya air sanggup merata sampai kepangkal  rambut.

6. Mengguyur air ke seluruh bab tubuh

Dimulai dengan sisi yang sebelah kanan, gres lalu sisi yang sebelah kiri. Dan pastikan seluruh anggota badan yang tersembunyi menyerupai ketiak dan sela jari kaki tersiram air semua.

Demikianlah rangkaian tata cara mandi junub sesuai dengan pemikiran Rasulullah Saw, Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Sholat Jumat: Pengertian, Hukum, Keutamaan, Dan Sunahnya

Sholat Jumat-Kaum muslimin melakukan shalat Jumat sebanyak dua rakaat yang sebelumnya diawali dengan  dua  khutbah.

Bagi yang melakukan shalat jumat tidak berkewajiban melakukan shalat dzuhur. Bicara perihal shalat Jumat, bergotong-royong apa sih shalat jumat itu? dan apa hukumnya melakukan shalat Jumat?

Ya, pada kesempatan kali ini saya akan membahas lebih dalam perihal shalat jumat. Mari kita simak penjelasannya di bawah ini!

BACA JUGA:
Artikel Tentang Shalat Rawatib

Kaum muslimin melakukan shalat Jumat sebanyak dua rakaat yang sebelumnya diawali dengan Sholat Jumat: Pengertian, Hukum, Keutamaan, dan Sunahnya

Sholat Jumat: Pengertian, Hukum, Keutamaan, dan Sunahnya

1. Pengertian dan Hukum mengerjakan Shalat Jumat

Shalat Jumat yakni shalat dua rakaat yang dilakukan pada waktu dzuhur pada hari Jumat secara berjamah, sebelumnya didahului dengan dua khutbah. Bagi yang melakukan shalat Jumat maka ia tak berkewajiban mengerjakan shalat dzuhur.

Melaksanakan shalat Jumat hukumnya yakni Fardu 'ain, artinya wajib bagi setiap muslim laki-laki, yang memenuhi syarat wajibnya shalat jumat. Ini semua telah dijelaskan Allah SWT dalam firmannya:

"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari jumat, maka bersegeralah kau mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jikalau kau mengetahui."(QS.AL-Jumu'ah, 62:9)

Bentuk perintah dari ayat tersebut mengisyaratkan shalat Jumat wajib hukumnya dilaksanakan. Lain dari pada firman Allah perintah melakukan shalat jumat juga dijelaskan dalam Hadist Nabi:

"Shalat Jumat itu hak yang wajib atas tiap-tiap orang islam dengan berjamaah kecuali 4 golongan yaitu: Hamba sahaya, perempuan, bawah umur dan orang sakit."(HR. Abu Daud dan Al-Hakim) Hadis tersebut menjelaskan bahwa kewajiban melakukan Shalat Jumat yakni benar adanya, kecuali empat kelompok.

Kemudian itu, siapakah seseorang diwajibkan shalat Jumat itu?
Mari simak urain dibawah ini!

2. Syarat  Wajib Shalat Jum'at

Maksudnya yakni ketentuan yang mewajibkan seseorang untuk melakukan shalat jumat. Adapun yang termasuk syarat wajib shalat jumat adalah:
  1. Islam, tidak wajib bagi yang tidak beragama islam.
  2. Balig (dewasa), artinya tidak diwajibkan bagi anak-anak.
  3. Berakal Sehat, Yang tidak cendekia sehat menyerupai orang absurd misalnya, maka gugurlah kewajibannya untuk shalat jumat.
  4. Laki-laki, tidak diwajibkan untuk perempuan.
  5. Sehat, artinya bagi orang yang sakit dan tak bisa bangun untuk berangkat kemasjid melakukan shalat jumat maka ia tidak diwajibkan mengerjakannya.
  6. Bermukim, tidak wajib bagi yang bepergian jauh.

BACA JUGA:
Rukun haji dan umrah

3. Keutamaan Shalat Jumat

Pelaksanaan shalat jumat, menggambarkan wujud persaudaraan umat islam, tidak ada perbedaan di antara mereka, semua sama dihadapan Allah.

Bersama-sama mendengarkan khutbah dan seusai shalat mereka saling berjabat tangan dengan penuh rasa persaudaraan. Dalam pelaksanaan shalat jumat ini ada banyak manfaat yang sanggup kita ambil, antara lain:
  1. Melatih disiplin dan menghargai waktu
  2. Mendidik patuh dan taat kepada Allah swt
  3. Menambah wawasan dan penambahan pengetahuan
  4. Meningkatkan kerukunan dan persatuan dikalangan umat islam.
  5. Sebagai sarana komunikasi

Sunah-sunah Shalat Jumat

Setelah kita mengetahui hukum,syarat dan manfaat yang didapat dari shalat jumat disini juga ada beberapa hal sunah yang dilakukan sebagai ibadah pemanis didalam shalat jumat.

Perkara tersebut dilakukan sebelum berangkat shalat jumat dan dikala di masjid sebelum khutbah dimulai.

Beberapa amalan sunah tersebut,antaralain:
  1. Mandi, seperi mandi wajib sebelum berangkat shalat jumat
  2. Berhias dengan menggunakan pakaian yang baik, disunahkan berwarna putih polos.
  3. Memakai wewangian terbaik yang dimiliki
  4. Memotong kuku,kumis,menyisir rambut (rapi,bersih,dan suci)
  5. Bersegera kemasjid
  6. Membaca Al-Qur'an atau dzikir sebelum khutbah dimulai
  7. Memenuhi shaf (bsrisan) bab depan atau yang masih kosong
  8. Melakukan shalat Tahiyyatul Masjid
Beberapa amalan sunah diatas dimaksudkan sebagai ibadah tambahan, dan sangat baik untuk dilakukan, alasannya menerima pahala pemanis dari Allah SWT.

Demikianlah beberapa hal yang wajib diketahui khususnya kaum pria dan juga wanita semoga sanggup mengingatkan ayah, suami, anak ataupun sobat laki-lakinya perihal kewajibannya melakukan shalat jumat.

BACA JUGA :
Artikel Mengenai Shalat 'Idain

Tata Cara Shalat Dhuha Lengkap (Waktu, Niat, Tata Cara, Doa Dan Keutamaan

Shalat Dhuha-Shalat dhuha ialah salah satu shalat sunah yang dianjurkan pelaksanaannya oleh Rasulullah Saw.

Shalat ini merupakan salah satu ibadah shalat sunah yang dipercaya semenjak dulu sebagai shalat sunnah yang bisa membuka rezeki, bahkan rezeki akan dilimpahkan, dilipat gandakan oleh Allah SWT.
Allah Swt berfirman :

"Wahai anak adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan 4 rakaat pada waktu permulaan siang (shalat dhuha) pasti pasti akan saya cukupkan kebutuhanmu pada selesai harinya. (HR.Hakim dan Thabrani). Pada kesempatan kali ini saya akan membahas Tata Cara Shalat Dhuha secara lengkap.
Shalat dhuha ialah salah satu shalat sunah yang dianjurkan pelaksanaannya oleh Rasulullah Tata Cara Shalat Dhuha Lengkap (Waktu, Niat, Tata Cara, Doa dan Keutamaan


BACA JUGA :
Artikel perihal shalat jumat


Tata Cara Shalat Dhuha Lengkap

Waktu Yang Mulia Untuk Shalat Dhuha

Beribadah diwaktu orang lalai itu pahalanya lebih besar dari pada waktu dimana orang-orang memang sedang beribadah. Lalu, Kapankah waktu yang paling mulia untuk shalat dhuha?

Waktu shalat dhuha yang mulia ialah ketika matahari sudah terik, ketika orang sudah sibuk dengan dunia, ketika orang sibuk dengan pekerjaannya, karam dalam kesibukan mencari rizki.

Waktu ini, waktu ketika semua orang sibuk dengan dunia, maka shalat dhuha diwaktu itu lebih mulia dari pada shalat dhuha di awal waktu.

Niat Shalat Dhuha

Niat merupakan suatu hal yang penting disaat akan memulai suatu ibadah. Sebagai evaluasi awal, diterima atau tidaknya ibadah kita oleh Allah Swt itu tergantung dengan baik (benar) atau tidaknya tujuan dari niat kita.

Niat artinya ialah sebuah keinnginan yang datangnya dari hati. Jadi, niat yang hanya diucapkan dilisan saja belum sanggup dikatakan dengan niat. Karena, niat itu sumbernya dari hati bukan dari lisan. Pengucapan niat dengan verbal hanya sebagai pemicu atau pencetus hati untuk menghadirkan niat.

Bacaan/lafal Niat shalat dhuha yaitu:
Shalat dhuha ialah salah satu shalat sunah yang dianjurkan pelaksanaannya oleh Rasulullah Tata Cara Shalat Dhuha Lengkap (Waktu, Niat, Tata Cara, Doa dan Keutamaan

"Ushalli sunnatadh dhuhaa rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa'an lillahi ta'aalaa"
Artinya: Aku niat shalat dhuha dua rakaat menghadap kiblat alasannya ialah Allah Ta'ala

Tata Cara Melaksanakan Shalat Dhuha

Shalat dhuha  mempunyai jumlah rakaat minimalnya ialah 2 rakaat sedangkan maksimalnya ialah tanpa batas.

"Mu'adzah pernah menanyakannya kepada  Aisyah radiallahu'anhu, Berapa jumlah rakaat shalat dhuha yang dikerjakan oleh Rasulullah Saw? Aisyah menjawab,"empat rakaat dan dia tambahkan sesuka beliau."(HR.muslim) 

Maksud keterangan Aisyah bahwa Nabi Saw umumnya shalat dhuha 4 rakaat, dia mengerjakan dengan dua rakaat salam, dua rakaat salam dan terkadang dia menambahkannya sesuka beliau.

Adapun  cara pelaksanaannya sama menyerupai shalat pada umumnya hanya berbeda dalam niat saja.
Namun,dalam shalat dhuha disaat membaca surah-surah pendek dianjurkan untuk membaca surah Adh-dhuha,Asy-syams,Al-lail dan surah Asy-Syarh.

Doa Setelah Selesai Shalat Dhuha

Shalat dhuha ialah salah satu shalat sunah yang dianjurkan pelaksanaannya oleh Rasulullah Tata Cara Shalat Dhuha Lengkap (Waktu, Niat, Tata Cara, Doa dan Keutamaan

" Allaahumaa innadhdhuhaa dhuhaa-uka wal  bahaa-a bahaa-uka waljamaala jamaa-luka wal quwwata quwwatuka walqud-rata qudratuka wal'ishmata 'ishmatuka allaahumma inkaana rizqii fissamaa-i anzilhu wa inkaana mu-'assaran fayassirhu wa inkaana haraaman fathahhirhu wa inkaana ba-iidan faqarribhhu bihaaqqi dhuhaa-ika wa bahaa-ika wajamaalika wa quwwatika aatinii maa ataita 'ibaadakash shaalihiin." 

BACA JUGA:
DO'A menyembelih binatang qurban

Artinya: " Ya Allah, bergotong-royong waktu dhuha ialah kepunyaan-mu, keelokan ialah keelokan-mu,keindahan ialah keindahan-mu, kekuatan ialah kekuatan-mu, dan proteksi pun perlindungan-mu pula.

Ya Allah, jikalau rizkiku berada dilangit, berkenanlah kiranya engkau menurunkannya, jikalau berada dibumi, berkenannlah kiranya engkau mengeluarkannya, jikalau yang haram, berkenanlah kiranya engkau mensucikannya, jikalau jauh, berkenannlah kiranya engkau memperdekatnya.

Engkau memperlihatkan kepadaku dengan derma apapun yang telah engkau berikan kepada hamba-hambamu yang shalih.

Keutamaan Shalat Dhuha

Ada beberapa keutamaan shalat dhuha yang disampaikan dalam hadist shahih.

1. Shalat dhuha merupakan salah satu wasiat Nabi SAW

"Sahabat Abu Hurairah radiyallahu 'anhu, menyampaikan "Nabi Saw mewasiatkan tiga hal: puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha 2 rakaat dan shalat witir sebelum tidur."(HR. Bukhari)

2. Mengganti sedekah dengan seluruh persendian

Nabi Saw bersabda, yang artinya:" pada pagi hari seluruh persendian kalian harus disedekahi. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah,

setiap bacaan tahlil (laa ilaha illaallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sedekah. Begitu pula amar ma'ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) ialah sedekah. Ini semua bisa diwakili dengan shalat dhuha dua rakaat."(HR. Muslim)

3. Shalat dhuha merupakan kebiasaan orang yang suka bertaubat

Rasulullah Saw bersabda:"Shalatnya orang-orang yang suka bertaubat ialah shalat pada ketika anak unta kepanasan alasannya ialah terika matahari."(HR. Muslim)

BACA JUGA:
Keutamaan shalat tahajud

4. Penyempurna Shalat Wajib, apabila shalatnya terdapat kekurangan.

Rasulullah Saw bersabda: "Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba ialah shalatnya. Apabila baik,maka ia telah beruntung dan selamat.dan bila rusak, maka ia telah rugi dan menyesal.

Apabila kurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Rabb 'Azza wa Jalla berfirman:"lihatlah apakah hamba-ku mempunyai shalat tathawwu' (shalat sunah), kemudian disempurnakanlah dengannya yang kurang dari shalat wajib tersebut, kemudian seluruh amalnya diberlakukan demikian. (HR.at-Tirmidzi).

5. Jaminan dipenuhinya kebutuhan di sore harinya.

Rasulullah Saw bersabda-"Allah Swt berfirman :

"Wahai anak adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan 4 rakaat pada waktu permulaan siang (shalat dhuha) pasti pasti akan saya cukupkan kebutuhanmu pada selesai harinya. (HR.Hakim dan Thabrani).

6. Mendapat pahala menyerupai orang yang haji dan umrah

Rasulullah Saw bersabda :

"Barang siapa yang melakukan shalat subuh secara berjamaah kemudian ia duduk sambil berzikir pada Allah SWT hingga matahari terbit , dan kemudian melakukan shalat dua rakaat, maka ia menyerupai memperoleh pahala haji dan umrah. Beliau pun bersabda "pahala yang sempurna, tepat dan sempurna. (HR.Tirmidzi)

7. Mendapat pahala menyerupai orang yang menerima banyak harta rampasan perang

"Rasulullah Saw mengutus sekelompok pasukan perang, kemudian utusan ini membawa banyak harta rampasan perang dan pulangnnya cepat.

Para sobat berkomentar : "Wahai Rasulullah, kami tidak pernah melihat pasukan yanag lebih cepat pulang dan lebih banyak membawa ghanimah melebihi utusan ini."

Kemudian dia menjawab, "Maukah saya sampaikan keadaan yang lebih cepat pulang membawa kemenangan dan lebih banyak membawa rampasan perang?

Yaitu seseorang yang berwudhu dengan tepat dirumahnya kemudian pergi ke masjid dan melakukan shalat subuh kemudian (tetap di masjid) dan diakhiri dengan shalat dhuha. Maka orang ini lebih cepat pulang membawa kemenangan dan lebih banyak rampasan perangnya." (HR.Abu Ya'la)

Demikianlah pembahasan mengenai tata cara shalat dhuha dan juga keutamaan-keutamaannya. Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk selalu istiqamah menjalankan ibadah shalat dhuha.

Ketentuan Dan Syarat Binatang Qurban Idul Adha

Ketentuan dan Syarat Hewan Qurban Idul Adha-syariat berqurban, bermula dari dongeng Nabi Ibrahim as. Beliau yang telah menanti anak semenjak usang diperintahkan oleh Allah swt untuk menyembelih puteranya sendiri.

Perintah ini merupakan ujian berat baginya alasannya ialah harus menentukan, untuk tidak menyembelih puteranya Ismail as dan mengabaikan perintah Allah Swt atau harus menyembelih puteranya yang berarti mengikuti perintah Allah.

Namun, Nabi Ibrahim mempunyai keyakinan yang kuat terhadap Allah, sehingga dia pun dengan nrimo melaksanakan perintahnya untuk menyembelih puteranya tersebut. Dengan keikhlasan dan ketulusannya tersebut maka digantikanlah anaknya tersebut dengan seekor domba oleh Allah Swt.

Cerita singkat ini merupakan sedikit sejarah awal dimana istilah dan syariat qurban muncul. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas ketentuan dan syarat qurban di bulan idul adha.


 Ketentuan dan Syarat Hewan Qurban Idul Adha Ketentuan dan Syarat Hewan Qurban Idul Adha

Ketentuan dan Syarat Qurban

Ketentuan Penyembelihan Hewan Qurban

Terdapat beberapa Ketentuan yang perlu diperhatikan di dikala penyembelihan binatang qurban :

1. Niat

Niat ini sangat kuat untuk setiap ibadah yang akan kita kerjakan, pasalnya niat ini akan menjadi tujuan untuk ibadah kita. Diterima atau tidaknya ibadah kita pun tergantung dengan niat kita.

Apabila niat kita ditujukan untuk beribadah kepada Allah swt, insyaallah ibadah kita diterima dan apabila niat kita ditujukan untuk memperoleh kebanggaan dari orang lain maka akan mengakibatkan ditolaknya ibadah kita.

2. Menyebut asma Allah dikala melaksanakan penyembelihan

Apabila kita melaksanakan penyembelihan tanpa menyebut asma Allah maka, akan mengakibatkan haramnya binatang yang disembelih sekalipun itu binatang halah. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah yang artinya :

"Dan janganlah kau makan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu ialah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya supaya mereka membantah kamu; dan jikalau kau menuruti mereka, gotong royong kau tentulah menjadi orang-orang yang musyrik." (Al-An'aam:121)

3. Menggunakan pisau tajam dikala proses penyembelihan

Penyembelihan memakai pisau yang tajam sanggup mempercepat penyembelihan dan tidak terkesan menyiksa.

Dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu'anhu, ia berkata"dua hal yang saya hafal dari Rasulullah Saw, dia bersabda:

"Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik kepada segala sesuatu. Apabila kau membunuh, hendaklah membunuh dengan cara yang baik, dan jikalau engkau menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik dan hendaknya seorang menajamkan pisaunya dan menenangkan binatang yang disembelihnya itu.

4. Melakukan penyembelihan pada leher

Hal demikian guna mempercepat selesai hidup binatang yang disembelih, dengan memutuskan urat-urat pada kerongkongannya.
Dari Ibnu 'Abbas Raddiyallahuanhu, berkata :"Menyembelih itu pada leher dan pangkal lehernya."

5. Membaringkan binatang dirusuk sebelah kiri

Berkata Syekh Zakariya al-Anshari di dalam Asna al-Mathalib fi Syarhi Raudhi ath-Thalib: “Hendaklah binatang qurban dibaringkan di atas lambung kiri, alasannya ialah hal itu lebih muda bagi penyembelih untuk memegang pisau dengan tangan kanan, dan memegang kepala binatang dengan tangan kiri.”

6. Disunnah kan menghadap kiblat

Disunnahkan menghadapkan binatang yang akan di sembelih ke arah Kiblat dan membaca menyerupai apa yang dibaca oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits berikut.

Dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyembelih dua ekor domba yang mempunyai tanduk cantik dan bewarna putih serta telah dikebiri (dipukul dua biji pelirnya supaya syahwatnya untuk kawin hilang-penj).

Ketika dia menghadapkan keduanya (ke arah Kiblat) dia berdo’a:
Sesungguhnya saya menghadapkan wajahku kepada Rabb yang membuat langit dan bumi di atas agama Nabi Ibrahim yang lurus dan saya bukanlah termasuk orang-orang musyrik.

Sesungguhnya shalatku, ibadahku (sembelihanku), hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan saya termasuk orang-orang menyerahkan diri (kepada Allah).

Ya Allah, ini ialah dari-Mu dan untuk-Mu dari Muhammad dan umatnya, bismillaahi wa Allaahu akbar (dengan Nama Allah (aku menyembelih) dan Allah Mahabesar).’Kemudian dia menyembelihnya.

7.  Penyembelihan dilakukan oleh seorang muslim

Penyembelihan dilakukan dengan menyebut asma Allah dan ditujukan untuk beribadah kepada Allah swt. Hewan qurban bukan ditujukan untuk pemujaan, ataupun penyembahan.

Oleh kesannya segala proses penyembelihannya harus dilakukan seorang muslim yang mengetahui syariat menyembelih binatang qurban.

Waktu penyembelihan Qurban

Penyembelihan dilaksanakan seteleh usai melaksanakan shalat ied Idul Adha.
Rasulullah Saw bersabda:

"barang siapa menyembelih sebelum shalat hendaklah menyembelih sekali lagi sebagai gantinya, dan siapa yang belum menyembelih sampai kami selesai shalat maka menyembelihlah dengan 'bismillah'. (HR.Bukhari dan Muslim)

Syarat-syarat binatang Qurban

1. Hewan qurban berupa binatang ternak (Unta,sapi dan kambing atau domba)
2. Cukup Umur
"Hewan-hewan yang akan diqurbankan terdapat batas minimal untuk sanggup disembelih :

  • Unta, Minimal telah berusia lima tahun
  • Sapi atau Kerbau, Minimal telah berusia dua tahun
  • Domba, Minimal telah berusia 1 tahun atau telah berganti gigi,
  • Kambing, Minimal telah berusia dua tahun.
BACA JUGA:
Ketentuan dan syarat binatang qurban lengkap

3. Tidak cacat

Hewan yang diqurbankan haruslah sehat dan tidak cacat (buta sebelah, sakit yang jelas, pincang yang terang dan sangatlah kurus tidak mempunyai sum-sum tulang belakang).
Dan apabila terdapat cacat pada binatang qurban maka akan mengakibatkan qurbannya tidak sah.

4. Berqurban dengan Hewan milik sendiri, tidak diperbolehkan berqurban memakai binatang curian atau rampasan.

5. Hewan qurban harus bebas dari ikatan-ikatan orang lain. Artinya bukan binatang yang tergadai ataupun binatang waris yang warisannya belum dibagikan.

Demikianlah klarifikasi mengenai ketentuan dan syarat binatang qurban, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Orang Lain Juga Membaca :
Artikel Tentang Shalat 'Idain
Artikel Tentang Haji dan Umrah

10 Amalan Sunnah Di 10 Hari Sebelum Idul Adha Yang Sangat Di Anjurkan Pelaksanaannya

 Umat islam berbeda pendapat dalam memilih tanggal pertama dzulhijjah 10 Amalan Sunnah di 10 Hari Sebelum Idul Adha Yang Sangat di Anjurkan Pelaksanaannya
Dzulhijjah-Dzulhijjah merupakan bulan ke-12 dan terakhir dari penanggalan hijriyah. Umat islam berbeda pendapat dalam memilih tanggal pertama dzulhijjah.

Ada yang memakai hisab, rukyah, maupun mengikuti penetapan awal Dzulhijjah di Arab Saudi. Bulan Dzulhijjah bisa dikatakan juga bulan haji kareana, didalam bulan ini terdapat acara haji.

Didalam bulan ini terdapat keutamaan-keutamaan disisi Allah, hari-hari dibulan ini segala amalan di lipatgandakan pahalanya. Yuk,ketahui amalan apa saja yang dianjurkan untuk di laksanakan pada bulah ini!

 

Amalan Sebelum Idul Adha

1. Puasa Arafah

Puasa arafah ini dilakukan pada tanggal 9 dzulhijjah.
Dari Abu Qatadah, ia berkata bahwa Raasulullah Saw bersaba:"Puasa Arafah (9 dzulhijjah) sanggup menghapuskan dosa setahun yang kemudian dan setahun yang akan datang. Puasa Asyuro (10 muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.(HR.MUSLIM)
2. Mengucapkan Tahlil, Tahmid dan Takbir

Para ulama menganjurkan untuk memperbanyak bacaan Takbir, Tahlil dan Tahmid.
Tidaklah ada hari yang lebih mulia disisi Allah SWT, dan amal-amaln shalih didalamnya lebih dicintainya dibanding amal-amal shalih di 10 hari pertama dzulhijjah. Oleh alasannya yaitu itu perbanyaklah mengucap tahlih, tahmid dan takbir. (HR.At-Thabbrani)

3. Bertaubat

Layaknya bulan Ramadhan, awal bulan ini menimbulkan kesempatan besar untuk kita bertaubat kepada Allah Swt. Bertaubat pada awal bulan tersebut merupakan moment yang sempurna untuk memporelah ampunan dan rahmat dari Allah SWT.

4. Berdzikir 

Berdzikir merupakan salah satu amal shaleh,dan setiap amalan yang kita lakukan di bulan Dzulhijjah maka, pahalanya akan dilipat gandakan.

5. Melaksanakan Haji

Haji merupakan Rukun islam yang kelima, wajib dilakukan bagi orang yang mempunyai kemampuan bahan maupun fisik. Ibadah haji ini merupakan Ibadah utama dalam bulan Dzulhijjah dan bagi yang melaksanakannya akan memperoleh pahala yang besar.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahhu'anhuma, Rasulullah Saw bersabda:"Ibadah umrah keibadah umrah berikutnya yaitu penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada jawaban (bagi pelakunya) melalinkan syurga."(HR.Bukhari dan Muslim)
6. Berqurban

Pada hari Nahr (10 dzulhijah) dan hari tasyrik disunnahkan untuk melakukan ibadah qurban. dan waktu penyembelihan qurban dilaksanakan seusai shalat 'Ied Idul Adha. Sebagaimana ini yaitu pemikiran nabi Ibrahim a.s.

7. Memperbanyak amal shaleh seperti, shalat-shalat sunnah

Memperbanyak amal shaleh khususnya di 10 hari pertama di bulan dzulhijjah ini sangat besar pahalanya, setiap amal shaleh yang kita lakukan dilipat gandakan pahalanya.

8. Memperbanyak membaca Al-Qur'an

Kita memang dianjurkan untuk selalu membaca Al-Qur'an, tidak hanya saat-saat tertentu saja. Namun, membaca Al-Qur'an di 10 hari pertama di bulan dzulhijjah mempunyai keutamaan yang besar. Al-Qur'an pula akan hadir sebagai pembawa syafa'at bagi pembacanya di yaumil simpulan kelak.

9. Puasa Tarwiyah (tanggal 8 dzulhijjah)

Puasa tarwiyah yaitu merenung atau berfikir. puasa yang dilaksanakan di hari tarwiyah yakni 8 dzulhijjah sebelum hari wukuf. Barang siapa yang berpuasa dihari ini (puasa tarwiyah) maka akan dihapus dosanya satu tahun yang lalu.

10. Mandi sebelum berangkat menunaikan shalat 'ied

"Seorang pria bertanya kepada Ali Radhiyallahuanhuma wacana mandi, ia menjawab :'Mandilah setiap hari jikalau engkau mau'. lelaki tadi berkata,'bukan itu, tapi mandi yang benar-benar mandi'. Ali menjawab, mandi di hari jumat, idul fitri,idul adha dan hari arafah.(HR.Al- Baihaqi)



Demikianlah pembahasan mengenai 10 amalan sunah di 10 hari sebelum Idul adha, biar bermanfaat dan kita senantiasa menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah Swt.

Pengertian Dan Tata Cara Melakukan Shalat Jamak Dan Qasar

Melaksanakan shalat yaitu wajib hukumnya dan terperinci dosa apabila ditinggalkan Pengertian dan Tata Cara Melaksanakan Shalat Jamak dan Qasar
Shalat Jamak dan Qasar-Melaksanakan shalat yaitu wajib hukumnya dan terperinci dosa apabila ditinggalkan.Namun,dalam keadaan tertentu Allah SWT memperlihatkan akomodasi untuk melaksanakan kewajiban tersebut, yakni dengan cara jamak dan qasar.

sebagaimana firman Allah SWT Surah An-Nisa ayat 101 yang artinya "Dan apabila kau bepergian di bumi, maka tidaklah berdosa kau mengqasar shalat, jikalau kau takut diserang orang kafir. Sesungguhnya orang kafir itu yaitu musuh yang kasatmata bagimu".

Ini menandakan bahwa shalat dihentikan di tinggalkan dalam keadaan apapun. Untuk memahami lebih lanjut tantang "apa, mengapa, dan bagaimana shalat jamak dan qasar" simak pembahasan berikut ini!

BACA JUGA :
Artikel ihwal keutamaan shalat berjamaah

Shalat Jamak dan Taqdim

1. Pengertian Serta Cara Shalat Jamak dan Qasar

 A. Shalat Jamak

Shalat jamak yaitu shalat yang dikerjakan dengan cara menggabung dua waktu shalat dalam satu waktu shalat.Cara pelaksanaan shalat jamak yaitu sebagai berikut:
Shalat jamak ini di bagi menjadi dua macam,yaitu :
  • Jamak Taqdim, yaitu melaksanakan dua shalat fardlu pada waktu yang pertama. Seperti shalat zuhur dan Asar dikerjakan diwaktu zuhur.
  • Jamak Takhir, yaitu melaksanakan dua shalat fardlu pada waktu yang terakhir. Seperti Shalat zuhur dan asar dikerjakan diwaktu asar.
Shalat yang sanggup dikerjakan dengan jamak yaitu shalat zuhur, asar, magrib dan isya.

 B. Shalat Qasar

Shalat qasar yaitu shalat yang diringkas rakaatnya, empat menjadi dua rakaat. Shalat yang sanggup diqasar yaitu shalat fardlu yang jumlah rakaatnya 4. Shalat yang dimaksud yaitu shalat zuhur, asar dan isya.Bagaimanakah pelaksanaannya? yuk, simak penjelasaan berikut ini!

Ada beberapa perbedaan dalam shalat qasar dibanding dengan shalat biasa. Perbedaan tersebut antara lain: dari segi niatnya, jumlah rakaatnya diringkas (dari empat rakaat menjadi dua rakaat) dan dari segi tidak ada bacaan tasyahud awal. Adapun gerakan dan bacaannya sama dengan shalat biasa.

Shalat Jamak Qasar yaitu shalat yang dilakukan dengan cara menggabungkan dua waktu shalat dan diringkas jumlah rakaatnya. Dalam shalat Jamak Qasar jumlah rakaat yang sanggup di ringkas hanya shalat zuhur, asar dan isya. Bagaimana cara melaksanakanny? simak referensi pelaksanaan jamak qasar dibawah ini.
  • Shalat zuhur dan Asar, masing-masing dilaksanakan dengan dua rakaat.
  • Magrib dan Isyak, shalat magrib dilaksanakan tiga rakaat dan isyak dilaksanakan dua rakaat.
Hukum melaksanakan shalat jamak qasar ini yaitu mubah (boleh), sifatnya yaitu "rukhsah", dispensasi atau kemurahan yang diberikan oleh Allah Swt kepada umat islam.

2. Sebab-sebab Shalat Jamak dan Shalat Qasar

Ada beberapa lantaran yang membolehkan shalat dilakukan dengan cara jamak dan qasar. Sebab-sebab tersebut adalah:

a. Sedang melaksanakan perjalanan jauh dengan tujuan baik.

ada sebuah riwayat menyatakan:
"Dari Anas, ia berkata,'adalah Rasulullah Saw apabila bepergian sebelum matahari tergellincir, maka ia mengakhirkan shalat zuhur hingga waktu Asar, kemudian ia berhenti kemudian menjamak antara dua shalat tersebut, tetapi apabila matahari telah tergelincir sebelum ia pergi, maka ia shalat zuhur (dahulu), kemudian naik (kendaraannya). (Muttafaqun 'Alaih)

Ada juga terdapat didalam Al-Quran dalam surah An-Nisa ayat 101 "Apabila kau bepergian di atas bumi, maka tidak berdosa bagimu mengqasar shalat ....."

Adapun perjalanan yang dimaksud itu dengan tujuan yang baik menyerupai berdagang, silaturahmi dan belajar. Jarak tempuh perjalanan kurang lebih tiga farasakh (kurang lebih 17 km).

Nabi Muhammad Saw bersabda yang artinya: dari syu'bah, ia berkata,"saya bertanya kepada Anas bin Malik perihal mengqasar shalat. Maka ia berkata: "Rasulullah Saw bersembahyang dua rakaat kalau sudah keluar sejauh tiga mil atau tiga farsakh?"(H.R Ahmad, Muslim dan Abu Dawud) Sebagian ulama mengatakan, jarak tempuh perjalanan kurang lebih 80,64 Km).

b. Dalam keadaan ketakutan atau sangat khawatir, contohnya perang, hujan lebat, angin angin kencang dan lain-lain.

Shalat yaitu suatu kewajiban yang harus dilakukan umat islam, tak ada alasan untuk meninggalkannya sehingga Allah Swt memperlihatkan akomodasi berupa diperbolehkannya melaksanakan shalat jamak dan qasar.

Demikian klarifikasi singkat mengenai shalat jamak dan qasar biar bermanfaat untuk kita semua.